Home / Kliping Kemenag / Madrasah Tetap Jalankan K-13

Madrasah Tetap Jalankan K-13

Friday, 12 December 2014 12:49

MALANG – Sekolah-sekolah di lingkungan Kementerian Agama ternyata juga memastikan masih tetap memberlakukan Kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum tersebut diberlakukan sampai ada pemberitahuan resmi dari Kementerian Pendidikan kepada Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Drs Imron M.Ag sudah menggelar sosialisasi kepada semua sekolah di lingkungan Kemenag agar kegiatan belajar mengajar tetap menggunakan K-13. “Sudah kami sosialisasikan kepada semua kepala sekolah yang berada di bawah Kemenag Kota Malang sekitar dua atau tiga hari lalu. Yang disosialisasikan ya saat ini masih menggunakan K-13 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” jelas Imron, kemarin.

Sosialisasi itu, lanjut Imron, mengacu dari surat edaran Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama setelah rapat bersama  Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. “Inti dari surat edaran itu yakni implementasi K-13 sampai ada keputusan terakhir Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah melalui surat yang disampaikan ke Kementerian Agama. Karena itu saya minta seluruh kepala madrasah untuk tetap melaksanakan K-13 sampai ada pemberitahuan berikut,” jelas mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu ini.

Imron yang juga mantan guru SMAN 2 Malang ini mengatakan, penerapan K13 di sekolah-sekolah di lingkungan Kementerian Agama sebenarnya baru diberlakukan pada tahun ajaran 2014/2015 atau baru berjalan satu semester. Itu pun baru berjalan secara bertahap. Rencananya  tiga tahun lagi baru diberlakukan secara total atau keseluruhan.  “Saat ini K13 di MI baru diberlakukan  untuk kelas 1 dan 4, MTS diberlakukan  untuk kelas 7 dan MA baru diberlakukan kepada  kelas 10. Ini diterapkan di negeri maupun swasta,” jelasnya.

Berbagai  bimbingan dan pendampingan implementasi K-13 juga rutin di gelar oleh Kantor Kementerian Agama. Contohnya baru saja berlangsung pendampingan penerapan K-13 di MIN 1 dan MAN 1.  Untuk diketahui, jumlah MIN di Kota Malang sebanyak dua lembaga pendidikan, MI swasta mencapai 47.  MTS negeri dua, swasta sebanyak 24. Di kota pendidikan ini juga terdapat MAN sebanyak dua dan 13 MA swasta.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah kembali  memastikan K13  tetap diberlakukan di sekolah-sekolah di Kota Malang. Hal ini setelah para kepala sekolah menerima surat edaran  Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam surat tersebut, terdapat beberapa  point penting. Yakni, sekolah yang baru melaksanakan K-13 satu semester akan kembali ke KTSP. Poin lainnya, sekolah yang sudah menjalankan K-13 selama tiga semester tetap lanjut menerapkan K-13.

“Di Kota malang semua sekolah siap menjalankan K-13, termasuk sekolah swasta,” katanya. Bahkan sekolah yang menggunakan kurikulum luar negeri juga siap mengikuti K-13.
Ia memastikan sebenarnya persiapan memberlakukan K-13 di Kota Malang sudah tuntas. Bahkan persiapan sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan menggelar sosialisasi, pendampingan dan bimbingan kepada guru-guru. Bahkan juga telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan buku.
Komisi X DPR RI : Mendibud Tak Tegas  

Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan terkait pencabutan Kurikulum 2013 direspon oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI dapil Malang Raya, Ir H.M Ridwan Hisjam. Politisi asal Golkar ini menyatakan, keputusan DPR RI soal ini baru akan diputuskan pada Januari 2015 mendatang.

“Komisi X DPR RI belum pernah bertemu dengan menteri untuk membicarakan hal ini. Januari tahun depan, saya akan melakukan rapat kerja untuk berbicara soal ini,” jelasnya di sela-sela Reses DPR RI di Malang, kemarin (12/12/14). Ditambahkan, kali ini dia mau mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat mengenai hal tersebut.

Kota Malang, lanjut dia, merupakan satu dari 18 kota/kabupaten di Jatim yang sudah menerapkan K-13 dan menyatakan tidak ada masalah berati. Di Jatim, lanjutnya, baru dua yang penerapan kurikulum K-13 bermasalah. “Jadi, ada 16 kota kabupaten yang menyatakan siap. Malang salah satunya,” jelas dia seraya mengatakan kesimpulan tersebut didapat saat melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan (Dindik) se-Jatim beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ridwan menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan akademisi di Malang Kamis (11/12/14) malam lalu, di antaranya berasal dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), serta perguruan tinggi lain di Malang. Ada 50 orang yang dia temui. Dari hasil diskusi tersebut, didapati jika masih banyak guru-guru yang kewalahan ketika melakukan penilaian. Ini disebabkan, lanjutnya, belum ada ketegasan dari Mendikbud soal penerapan K-13 ini. Ridwan menilai, Mendikbud tidak membuat kepastian apakah K-13 ini dicabut atau dilanjutkan. “Ini ketidaktegasan Mendikbud, karena tidak ada pernyataan stop,” tegas dia.

Di sisi lain, Ridwan sendiri berpendapat persiapan K-13 belum sempurna. Penerapan K-13 di Indonesia masih terlalu dini. “Seharusnya, persiapan dulu matang. SDM disiapkan, baru K-13 diterapkan. Kalau saya secara pribadi, lebih baik K-13 dicabut dulu. Kemudian, waktu untuk sosialisasi diperpanjang selama K-13,” tegasnya.

Sekolah-sekolah dikembalikan dulu ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tapi K-13 tidak dihapus, melainkan dievaluasi dan diperbaiki. Sampai semua siap, termasuk SDM, baru K-13 kembali diterapkan. Persiapan yang belum baik ini, menyebabkan masalah lain bagi penerapan K-13. “Distribusi buku terhambat, sosialisasi juga sudah dilakukan. Anggaran untuk sosialisasi K-13 itu besar, mencapai triliunan,” pungkasnya.(van/erz/han)

Check Also

PELANTIKAN DAN PELEPASAN PURNA TUGAS PENGAWAS

Kota Malang, (humas) Kamis, 3/3 Imron Kepala Kankemenag Kota Malang melantik 2 Pejabat Fungsional dan …

Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 2015

RENCANA  PERJALANAN HAJI Masa Operasional Pemberangkatan                : 28 …

Pembinaan Peningkatan Kinerja dan Bimbingan Teknis Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Malang

Kota Malang, Jatim, (Kepegawaian) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Malang Selasa, 4/3 diselenggarakan …

Daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang memiliki Izin operasional di Kota Malang

Daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang memiliki Izin operasional di Kota Malang adalah …

Leave a Reply