Home / Humas / PETUGAS UPACARA PEREMPUAN DI HARI KARTINII

PETUGAS UPACARA PEREMPUAN DI HARI KARTINII

foto petugas upacara perempuan di hari Kartini

Kota Malang (Humas), Bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kamis (21/4) berlangsung kegiatan upacara dalam rangka memperingati Hari Kartini ke 137 tahun 2016. Upacara dipimpin langsung Kepala Kankemenag Kota Malang Drs. H. Imron, M.Ag dengan diikuti seluruh Pejabat Struktural, Para Kepala KUA, Para Kepala Madrasah, Para Pejabat Fungsional JFT dan JFU di Lingkungan dan Jajaran Kemenag Kota Malang.

Yang menjadi pembeda, selain seluruh peserta upacara dan petugas upacara mengenakan pakaian Nasional/adat daerah nusantara juga seluruh petugas upacara seluruhnya didominasi oleh yakni perempuan mulai dari komandan upacara, Pembaca do’a, Kode Etik, Panca Prasetya Korpri, UUD 1945 dan Ajudan seluruhnya adalah Pegawai dan Guru pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang 1.

Drs. H. Imron, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan peringatan hari Kartini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi wanita masa kini, karena Kartini menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan wanita terutama di Indonesia. Dengan hal itu makna hari Kartini bukan hanya menjadi upacara perayaan semata, sebab Kartini merupakan sosok perempuan Indonesia yang berusaha untuk bisa meningkatkan derajat perempuan agar bisa lebih baik dari segi pendidikan.

Seorang perempuan, kata Imron, memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Itulah juga yang merupakan inti dari perjuangan Kartini dalam membebaskan kaum perempuan dari kebodohan.

Untuk itu Imron mengingatkan kepada seluruh peserta upacara khususnya para kaum wanita agar momentum peringatan hari Kartini ini dijadikan sebagai ajang peningkatan kompetensi pendidikan kejenjang lebih tinggi lagi sebab sebagaimana yang diamanatkan oleh UU nomor 14 Tahun 2005, Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada akhir Desember 2015 lalu. Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana / belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya. (BHN)

Check Also

KAKANKEMENAG BUKA WORKSHOP BIDANG HUKUM

Bertempat di Hotel Grand Palace Malang Kamis, 12/10 Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang Dr. …

HARAPAN KAKANWIL ”ASN MENJAGA MARWAH KEMENAG”

Bertempat di Aula MAN 3 Malang Jumát, 6/10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor …

RAKOR PENYELENGGARAAN PARADE MUHAROM

Rapat Koordinasi yang digelar pada Senin, (2/10) bertempat di Ruang Balai Sidang Pemerintahan Kota Malang …

BALAI LITBANG SEMARANG ADAKAN DESIMINASI HASIL PENELITIAN DI KOTA MALANG

Kota Malang (Humas) Tim Peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang pada …

Leave a Reply