Home / PD Pontren / info pesanten / Peran Santri Dalam Kemerdekaan

Peran Santri Dalam Kemerdekaan

Grand Palace Hotel, 19 Oktober 2017 Pemerintah Kota Malang mengadakan Sarasehan yang bertajuk Meneguhkan Peran Santri Dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Acara yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017 itu dibuka langsung oleh Walikota Malang H.M. Anton. Dalam sambutannya Walikota yang biasa disapa dengan Abah Anton itu berharap peringatan ini tidak sekedar peringatan dengan gebyar yang tidak meninggalkan bekas, tetapi diharapkan menjadi momen bagi kaum santri untuk senantiasa mencari trik bagaimana mempertahankan keutuhan Negara yang dirintis oleh para pahlawan yang mayoritas dari kaum santri. Perang saat ini tidak lagi dengan mengangkat senjata, tapi bagaimana kaum santri mampu menahan upaya sebagian orang yang ingin melemahkan kecintaan terhadap negara melalui penyebaran berita bohong/hoax.
Bertindak sebagai keynote speaker Prof. Dr.KH. Tolhah Hasan mantan Menteri Agama Kabinet Gus Dur. Dalam penjelasannya Kyai Tolhah memaparkan fakta sejarah santri nusantara yang sangat spesial. Berbeda dengan santri atau pelajar di Timur Tengah yang sangat militan pada agama saja, santri nusantara mempunyai tiga ciri cinta. Cinta Agama, Negara dan Bangsa.
Peran santri dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia ini tidak sedikit. Namun upaya untuk menyembunyikan sejarah keterlibatan santri ini hingga sekarang belum berhenti, demikian papar KH. Agus Sunyoto yang bertindak sebagai pembicara utama. Saat kemerdekaan baru diproklamirkan, hingga hampir dua bulan lebih Indonesia tidak mempunyai kepemerintahan karena tidak memiliki modal apapun. Tidak ada pegawai yang mau bekerja tanpa dibayar, termasuk Tentara. Pada saat itulah lasykar-lasykar dari kalangan pesantren mendharma baktikan diri sebagai Tentara Nasional Indonesia meski tanpa harus dibayar.
Salah satu pejuang santri yang terlibat dalam TNI tanpa bayaran dari wilayah Malang adalah Kyai Masykur. Panglima lasykar sabilillah yang kemudian perjuangannya diabadikan dalam bentuk Masjid Sabilillah ini bahkan tidak hanya berjuang dari sisi kemiliteran saja. Kyai Masykur bahkan ikut terlibat dalam panitia persiapan kemerdekaan, sebagai menteri agama hingga pada era orde Baru menjadi wakil DPR.
Melihat perjuangannya yang luar biasa inilah, Kyai Masykur direncakan akan diusulkan sebagai pahlawan nasional pada tahun ini oleh Pemerintah Kota Malang dan Organisasi Masyarakat yang ada di Kota Malang. 

Baca Selanjutnya…

Check Also

Kemenag RI Gelar Diseminasi Hasil Kajian Quran di Al Hikam Malang

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI bekerjasama dengan PCNU …

Dua Gawe Besar Pondok Pesantren

Sidoarjo, 17.01.17 Dalam rangka mempersiapkan dua pekerjaan besar Pondok Pesantren yaitu ujian nasional bagi santri …

Leave a Reply