Home / Humas / KAKANWIL BUKA WORKSHOP PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTURAL BAGI TOKOH AGAMA

KAKANWIL BUKA WORKSHOP PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTURAL BAGI TOKOH AGAMA

Bertempat di Gets Hotel Malang Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan Workshop pengembangan wawasan multikultural bagi Tokoh Agama. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur H. Syamsul Bahri, Kepala Kantor Kab/Kota Malang beserta Pejabat Strukturalnya, Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI H. Wawan Djunaidi, Kepala Subag Hukum dan KUB Kemenag Prov. Jatim Moh. Ersad.

Mohammad Diansyah Kepala Sub Bidang Pengembangan Dialog dan Wawasan Multikultural PKUB Kemenag RI juga selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan 100 orang peserta dari berbagai unsur pemuka/tokoh lintas Agama, Pengurus FKUB Kota dan Kabupaten Malang. Sementara tujuan dari kegiatan ini digelar adalah pertama, untuk menjalin silaturahmi dengan para Tokoh Agama, kedua, memberikan pembekalan dan merives lagi wawasan kebangsaan serta tujuan ketiga adalah untuk menghadapi tahun politik diharapkan peran para tokoh agama untuk dapat memberikan kesejukan kepada para umatnya masing-masing. Kegiatan Workshop ini akan berlangsung dalam dua tahap selama 2 hari dimulai pada hari ini tahap pertama Selasa, 10/4 dengan peserta para Tokoh Agama 100 orang dan Tahap kedua pada Rabu, 11/4 dengan peserta dari kalangan Mahasiswa sejumlah 100 orang pula demikian ungkap M. Diansyah mengakhiri laporannya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur H. Syamsul Bahri dalam sambutannya menyampaikan Perbedaan agama, suku, dan budaya bukan halangan kita untuk bersikap rukun dan menghormati orang lain. Kalau semua orang dapat menangkap dimensi universal dari ajaran agamanya, tidak akan ada lagi kekerasan atas nama agama. Lebih jauh Kakanwil memaparkan bahwa sejak zaman dahulu, para penyebar agama dan bapak bangsa menjadikan keberagaman Indonesia sebagai potensi untuk merekatkan kerukunan, persatuan, dan saling menghormati antar-kelompok. Ditetapkannya Pancasila dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah puncak religioisme yang menghimpun seluruh perbedaan untuk melebur menjadi Indonesia. Keberagamaan atau kemajemukan Indonesia adalah fitrah dan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia. Ketika di belahan dunia lain, keberagaman melahirkan pertentangan dan perasaan ingin menang sendiri, di Indonesia justru sebaliknya. Perbedaan di Indonesia memotivasi warganya dan pemimpin bangsanya untuk duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Pluralisme menjadi landasan etis untuk mengakui keberagaman tersebut. (Bhn)

 

 

 

Check Also

PULUHAN MUSTAHIQ/DHUAFA TERIMA BANTUAN DARI DWP DAN PENSYAR

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke 73 Tahun 2019 Dharma …

KASUBAG TU BUKA KEGIATAN SOSIALISASI PBJP

Kantor Kementerian Agama Kota Malang pada selasa (27/11) bertempat di Aula Kankemenag Kota Malang menggelar …

WUJUDKAN ASN BERKUALITAS DENGAN SIEKA

Salah satu indikator yang dapat dinilai dalam menentukan kapabilitas suatu pegawai yaitu dengan menilai sejauh …

PLT. KAKANWIL BERI MATERI PADA KEGIATAN BINWIN DI KUA KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

Perkawinan bagi calon pasangan suami-isteri adalah hal yang harus dipersiapkan dengan sematang-matangnya agar calon pasangan …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.