• Info PAH Update
Home / Humas / KEMENAG DAN KEMLU GELAR DIALOG LINTAS AGAMA DAN BUDAYA ANTARA 5 NEGARA MIKTA

KEMENAG DAN KEMLU GELAR DIALOG LINTAS AGAMA DAN BUDAYA ANTARA 5 NEGARA MIKTA

Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Kementerian Agama menyelenggarakan Dialog Lintas Agama dan Lintas Budaya  dalam rangka memperkuat hubungan dan forum kerjasama negara-negara MIKTA, yaitu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Bertempat di Hotel Aria Gajayana dan berlangsung selama dua hari pada tanggal 17 hingga 18 Oktober 2018. Kegiatan Strengthening MIKTA Partnership: “Interfaith-Intercultural Dialogues and Combatting Terrorism” diikuti oleh tokoh agama, budaya, akademisi, serta pejabat yang merupakan perwakilan dari 6 unsur agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu), unsur tokoh perempuan lintas agama, unsur organisasi lintas agama, dan unsur mahasiswa lintas agama.

Dialog dibuka dengan sambutan dari Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Drs. Ferimeldi, Ph.D,. dalam sambutannya, Drs. Ferimeldi, Ph.D menyampaikan bahwa di hari pertama dialog akan fokus pada pembahasan dialog lintas agama dan budaya serta upaya menguatkan toleransi dan kerukunan, sedangkan di hari kedua pembahasan berfokus pada bagaimana melawan dan menanggulangi terorisme.  Acara dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Dewi Savitri Wahab, S.S., MA, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri. Ia menyatakan bahwa MIKTA adalah kelompok negara yang mampu memberi solusi dalam mencapai kedamaian dunia dengan meningkatkan toleransi dan keharmonisan dalam keberagaman.

Terdapat dua sesi diskusi pada hari pertama agenda MIKTA. Sesi pertama mengangkat tema “Current Issues in Managing Cultural and Religious Diversity” dengan pembicara Dr. Arif Zamhari (Indonesia), Sema Yigit (Turki), dan diskusan Abdi Hersi (Australia), dan Erendira Andrea Campos Garcia Rojas (Meksiko). Dimoderatori oleh Rudi Sukandar (Indonesia), diskusi membahas tentang strategi dalam membangun komunitas yang kolaboratif serta memperkuat masyarakat dan kerjasama lintas agama dan budaya.

Sesi kedua bertemakan “Addressing the Challenge of Peace: Radicalism, Terrorism, and Intolerance” dan fokus pada pembahasan tentang isu-isu minoritas dan peran pendidikan dalam menggalakkan toleransi. Sesi ini dimoderatori oleh Tahsin Olmez (Turki), pembicara Abdi Hersi (Australia) dan Andhika Chrisnayudhanto, MA (Indonesia), serta diskusan Dr. Kangsuk Kim (Korea Selatan). (Bhn)

 

Check Also

PULUHAN MUSTAHIQ/DHUAFA TERIMA BANTUAN DARI DWP DAN PENSYAR

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke 73 Tahun 2019 Dharma …

KASUBAG TU BUKA KEGIATAN SOSIALISASI PBJP

Kantor Kementerian Agama Kota Malang pada selasa (27/11) bertempat di Aula Kankemenag Kota Malang menggelar …

WUJUDKAN ASN BERKUALITAS DENGAN SIEKA

Salah satu indikator yang dapat dinilai dalam menentukan kapabilitas suatu pegawai yaitu dengan menilai sejauh …

PLT. KAKANWIL BERI MATERI PADA KEGIATAN BINWIN DI KUA KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

Perkawinan bagi calon pasangan suami-isteri adalah hal yang harus dipersiapkan dengan sematang-matangnya agar calon pasangan …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.