• Info PAH Update
Home / Bimas Islam / Ngopi Bareng Ala Kemenag Kota Malang

Ngopi Bareng Ala Kemenag Kota Malang

(Bimas Islam) Adanya pro kontra, hingga adanya silang pendapat di masyarakat, bahkan sempat viral di medsos (media sosial) terkait adanya kewajiban sertifikasi perkawinan, Kementerian agama Kota Malang terus berupaya melakukan sosialisasi perkawinan pra nikah bagi remaja usia nikah.

Kepala seksi bimbingan masyarakat islam kemenag kota malang, Drs.H. Moh. Rosyad, M Si., menjelaskan, kegiatan bimbingan tersebut sengaja dikemas dalam bentuk Ngopi Bareng Mahasiswa di rumah makan Flaminggo pada hari kamis, (28/11/19). Selain untuk menarik antusias kaum milenial, kegiatan ngopi bareng tersebut juga diikuti berbagai kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Malang.

“Kewajiban sertifikasi perkawinan yang diwacanakan akan diberlakukan tahun 2020 itu, sesungguhnya merupakan program besar dan ide cemerlang pemerintah dalam memfasilitasi dan mempersiapkan terwujudnya ketahanan keluarga dan tercapainya tujuan perkawinan, yaitu kebahagiaan hidup dalam berumah tangga,” ujar Rosyad.

Lebih lanjut Rosyad menjelaskan, bahwa ikatan perkawinan merupakan sesuatu yang sakral, agung dan monumental bagi setiap pasangan hidup. Karena perkawinan bukan sekedar memenuhi kebutuhan libido biologis atau untuk melanjutkan keturunan saja, akan tetapi perkawinan merupakan ikatan suci yang mempunyai makna profan-transendental, melekat dengan nilai keduniaan dan norma ketuhanan.

Bermakna profan, karena akan menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dan berefek relaksasi, mengurangi ketegangan dan kecemasan bagi yang melakukan, sekaligus akan mendapatkan pahala, bila dilakukan dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Agama. Kenikmatan dan kebahagiaan berumah tangga tersebut akan hampa bila ikatan perkawinan putus di tengah jalan, karena tujuan dilakukanya pernikahan tidak dapat tercapai.

“Dalam bahasa agama perceraian bisa menggoncangkan Arsy, perceraian itu halal, atau diperbolehkan akan tetapi dibenci oleh Allah SWT. Perceraian hanya diperbolehkan bila sudah tidak ada cara dan jalan lagi untuk kebahagiaan dan kemaslahatan hidup berumah tangga,” tutur Rosyad, pada inspirator.co.id

Ia menambahkan, usaha untuk memperkecil perceraian harus selalu diupayakan, walaupun setiap calon mempelai saat menikah berjanji untuk saling membahagiakan. Karena celah dan potensi terjadinya badai di tengah jalan selalu dimungkinkan.

“Diera Milenial ini, sesuai dengan tuntunan zaman, pemerintah mempunyai kewajiban untuk mewujudkan ketahanan keluarga dan tercapainya tujuan berumah tangga, karena keharmonisan keluarga, akan mempengaruhi ketertiban masyarakat, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kestabilan Negara,” tambahnya.

Check Also

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Malang Menyerahkan Bantuan Motor Viar New Karya 300 dan Bantuan Lainnya

  Kamis, 14/11/2010, Kasi Bimas Islam, Drs. Moh Rosyad, M.Si, yang juga tokoh Agama di …

Peringati Maulid Nabi, Kepala Kemenag Kota Malang Beri Bantuan 300 Al-Qur’an Kepada Takmir Masjid

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember, Kepala Kemenag …

Peningkatan Manajemen SDM KUA

Humas-Kota. Sabtu (12/10/2019). Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Malang, mengadakan kegiatan: “Peningkatan Manajemen Sumber …

Rakor Persiapan HAB Kemenag ke 74

(Humas-Kota) Selasa, 08/10/2019, bertempat di ruangan Mini Hall kantor kementerian Agama Kota Malang pukul 8.30, …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.